Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Profil Aurelie Moeremans, aktris pada balik buku memoar “Broken Strings”

Ibukota – Aktris berbakat Aurelie Moeremans berada dalam berubah menjadi sorotan rakyat pasca merilis buku memoar berjudul “Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth”. Karya yang dimaksud diperkenalkan pada akhir tahun 2025 dan juga memuat potongan kisah hidupnya pada masa kemudian yang mana selama ini jarang diketahui publik.

Sebelumnya, Aurelie sempat membagikan pengalaman pribadinya melalui media sosial Facebook, di antaranya cerita tentang sisi kelam lalu sensitif pada hubungan yang pernah ia jalani.

Keberaniannya menuangkan kisah yang disebutkan ke di bentuk tulisan menghasilkan sejumlah pembaca tersentuh, sekaligus memunculkan simpati serta dukungan dari beragam kalangan.

Lantas, seperti apa sosok Aurelie Moeremans, aktris cantik sekaligus bertalenta yang mana pada saat ini padat diperbincangkan? Berikut profilnya, berdasarkan informasi yang tersebut telah terjadi dihimpun dari beragam sumber.

Profil Aurelie Moeremans

Latar belakang kemudian awal karir Aurelie

Aurelie Alida Marie Moeremans dikenal sebagai sosok perempuan bertalenta dengan kemampuan di bervariasi bidang, mulai dari modeling, seni peran, musik, hingga kepenulisan. Ia lahir di Brussel, Belgia, pada 8 Agustus 1993, dari pasangan Jean-Marc Moeremans kemudian Sri Sunarti. Aurelie mempunyai orang adik laki-laki bernama Jeremie Moeremans.

Masa kecilnya diluangkan sama-sama keluarga di dalam Belgia. Memasuki usia remaja, Aurelie mengikuti turnamen pencarian bakat yang kemudian membuka jalannya menuju lapangan usaha hiburan Tanah Air. Sejak ketika itu, namanya mulai dikenal luas berkat kemampuannya sebagai model, hingga mendebarkan perhatian beragam production house untuk membintanginya pada iklan, sinetron, dan juga film.

Meski dikenal sebagai pribadi yang cenderung tertutup, perjalanan hidup Aurelie bukan lepas dari beraneka tantangan yang turut membentuk karakter juga kedewasaannya pada globus hiburan.

Berikut beberapa karya Aurelie Moeremans:

Sinetron

• “Cinta Putri” (2009)

• “Putri yang digunakan Ditukar” (2011)

• “Fortune Cookies” (2013–2014)

• “Cinta di Langit Taj Mahal” (2015)

• “Kupilih Cinta” (2021–2022)

• “Kitab Kencan” (2023)

Film

• “Jinx” (2010)

• “Cinta Pertamaku” (2014)

• “Melbourne Rewind” (2016)

• “Story of Kale: When Someone’s in Love” (2020)

• “Kutukan Cakar Monyet” (2023)

Lagu

• “Gema” (2019)

• “Part of Me” (2020)

• “5:33” (2023)

Kehidupan pribadi bersatu pasangan

Aurelie Moeremans resmi menikah dengan Tyler Bigenho pada 30 Desember 2024. Pernikahan yang dimaksud dilakukan pada dua tahap, yakni pencatatan sipil secara formal kemudian resepsi yang mana berlangsung secara intim di Amerika Serikat, semata-mata dihadiri keluarga juga sahabat terdekat.

Setelah tambahan dari satu tahun menjalani pernikahan, pasangan ini pada masa kini sedang mengharapkan diperkenalkan anak pertama mereka. Momen gender reveal pun sempat dibagikan melalui akun Instagram pribadi, yang mana mengungkap bahwa dia akan dikaruniai seseorang anak laki-laki. Acara yang dimaksud berlangsung hangat dengan penampilan keluarga juga anjing peliharaan mereka, Simon.

Merilis buku memoar “Broken Strings”

Broken Strings merupakan buku memoar yang mana ditulis Aurelie dari sudut pandang seseorang korban. Melalui karya ini, ia mengisahkan perjalanan hidupnya sejak usia 15 tahun, ketika menjalin hubungan dengan pria yang tersebut usianya jarak jauh lebih tinggi dewasa.

Judul lengkap buku Broken Strings: “Kepingan Masa Muda yang mana Patah” merefleksikan pengalaman pahit yang digunakan ia alami, di antaranya berubah menjadi individu yang terjebak grooming. Buku ini ditulis sebagai bentuk edukasi, empati, sekaligus dukungan bagi para korban kekerasan pada relasi.

Memoar yang dimaksud dirilis secara gratis di bentuk e-book dengan dua pilihan bahasa, Nusantara lalu Inggris. Selain itu, versi cetak buku ini juga direncanakan terbit serta telah lama dibuka masa pre-order mulai 13 Januari 2026 melalui akun Instagram @oharabooks.

Melalui perilisan Broken Strings, Aurelie berharap kisahnya dapat menjadi langkah awal bagi dirinya serta pendatang lain yang tersebut memiliki pengalaman mirip untuk berani bersuara. Pendukung yang tersebut mengalir dari rakyat pun berubah menjadi sumber kekuatan kemudian rasa aman pada proses penyembuhan yang digunakan ia jalani.