Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Serangan Kubu Madrid ke Rodri Usai Menolak Real: Kamu Menyia-nyiakan Surga, dan Tak akan Menang Liga Champions!

Rodri

Thomas Reunthero menyalahkan bintang lini tengah asal Spanyol setelah memilih Barcelona ketimbang Real Madrid

Kepindahan Rodri ke Barcelona memicu reaksi kemarahan di kalangan pendukung Madrid, setelah gelandang asal Spanyol itu memutuskan masa depannya dan memilih bergabung dengan klub Catalan tersebut, dengan lebih mengutamakan proyek mereka ketimbang tawaran Real Madrid.

Salah satu komentator paling mencolok atas keputusan Rodri adalah jurnalis Tomas Roncero, yang dikenal fanatik terhadap Real Madrid. Ia mengulas transfer tersebut melalui surat kabar Spanyol “As” dengan nada emosional dan tajam, sambil menyatakan penyesalannya karena bintang timnas Spanyol itu tidak pindah ke klub kerajaan tersebut.

“Rodri milik kami”: Kekaguman yang tak menyembunyikan kekecewaan

Roncero mengawali pembicaraannya dengan menegaskan kedudukan Rodri, dengan menganggapnya sebagai salah satu ikon paling menonjol dalam sepak bola Spanyol. Ia berkata: “Ada pemain terbaik di timnas, pemain terbaik di Piala Dunia, Rodri milik kami. Aku yang mengatakannya, Rodri milik kami. Aku akan selalu mencintainya.”

Jurnalis asal Madrid itu menegaskan bahwa Real Madrid, menurut informasi yang menjadi acuannya, telah mencapai kesepakatan finansial dengan sang pemain. Ia menegaskan bahwa klub kerajaan itu telah menyediakan segala yang diperlukan untuk merampungkan transfer tersebut.

Dalam sebuah cuplikan video yang dipublikasikan “As”, ia berkata: “Real Madrid melakukan segalanya dengan sempurna, mengajukan tawaran yang tak bisa ditolak, dengan kontrak yang sangat besar. Semuanya ideal.”

Kontak dari Barcelona mengubah arah Rodri

Roncero berpendapat bahwa jalannya transfer ini berubah setelah manajemen Barcelona dan sejumlah figur berpengaruh di sekitar sang pemain bergerak. Ia menyebutkan kontak dari Deco, Joan Laporta, dan Hansi Flick, di samping pengaruh Pep Guardiola, mantan pelatihnya di Manchester City.

Dalam konteks ini ia berkata: “Deco menelepon, lalu Laporta, dan Flick, dan Guardiola, ia juga pernah di Atletico… bagaimana kau bisa pergi ke Real Madrid, Rodri?”

Meski mengakui bahwa keputusan Rodri mungkin berkaitan dengan perasaan pribadinya, Roncero menyatakan kesedihan mendalam atas peluang yang menurutnya telah lepas dari sang pemain.

Ia menambahkan: “Ia menyia-nyiakan surga, kawan. Bermain di Real Madrid itu surga.”

Sinyal baru? Alvarez merespons kepindahan Rodri ke Barcelona

“Di Barcelona tidak ada tekanan”

Roncero beralih untuk membuat perbandingan langsung antara kedua proyek, dengan menganggap bahwa Real Madrid memiliki keunggulan yang jelas, terutama di level Eropa.

Ia berkata: “Di Barcelona tidak ada tekanan. Sudah 11 tahun berlalu tanpa bahkan bermain di final Liga Champions.”

Sebaliknya, ia berbicara tentang sejarah Eropa Real Madrid dengan nada sarkastis, katanya: “Di Real Madrid, trofi-trofi Eropa hampir berjatuhan dari kantong kami.”

Ia tidak berhenti di situ, melainkan menyindir kondisi yang akan dihadapi Rodri di dalam Barcelona, dengan menyinggung soal bermain di Stadion Montjuic selama periode mendatang, katanya: “Kau akan bermain di Montjuic, di stadion yang sepenuhnya terbuka, dengan dingin yang mematikan saat musim dingin, sementara Santiago Bernabeu ada di sana, ber-AC, sangat modern, dan indah.”

Roncero berpendapat bahwa Barcelona mungkin memberi Rodri peluang untuk bersaing di level domestik, tetapi ia meragukan kemampuannya meraih tujuan Eropa yang terbesar.

Ia berkata: “Di sana kau tidak akan memenangkan Liga Champions kedua”, setelah gelar pertama yang ia raih bersama Manchester City berkat golnya di partai final melawan Inter Milan pada 2023.

Jersey Spanyol menyatukan mereka meski berselisih

Meski kecewa atas keputusan Rodri, Roncero mempertahankan nada emosional saat berbicara tentang hubungan sang pemain dengan timnas Spanyol, dengan menegaskan bahwa sikapnya terhadap Rodri tidak akan berubah.

Ia berkata: “Aku akan terus mengenakan jersey nomor 16 milikmu dengan dua bintang di jersey Spanyol, karena Spanyol bagiku adalah sesuatu yang suci.”

Di akhir pembicaraannya, jurnalis itu menegaskan rasa hormatnya terhadap perasaan dan pilihan Rodri, meski ia tidak sepakat, katanya: “Rodri, aku doakan yang terbaik untukmu. Kau lebih mencintai Barcelona, dan Barcelona lebih menarik hatimu, dan perasaan seseorang harus dihormati.”

Lalu ia menambahkan dengan nada sarkastis: “Jika satu tahun lagi dan tahun-tahun berikutnya berlalu tanpa memenangkan Liga Champions, tidak masalah, karena di sana mereka sudah terbiasa dengan hal itu.”

Roncero menutup pembicaraannya dengan mengingatkan superioritas Real Madrid dalam beberapa tahun terakhir, katanya: “Di Real Madrid, lihat, selama 11 tahun terakhir mereka memenangkan 5 atau 6 gelar. Trofi-trofi Eropa hampir berjatuhan dari kantong kami.”