Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Suami bunuh istri pada Tambora, keluarga pelaku membantu serangkaian hukum

Suami bunuh istri pada Tambora, keluarga pelaku membantu kumpulan hukum

Ibukota – Keluarga pria berinisial ES (30), dituduh perkara pembunuhan terhadap istrinya R (40) di kediamannya pada Jalan Padamulya VIII RT/RW 001/09 Angke, Tambora, Ibukota Indonesia Barat, membantu tahapan penegakan hukum terhadap pelaku.

“Kalau memang benar itu ia yang tersebut melakukan ya harus dihukum. Dari keluarga sudah ada memaparkan ke polisi saja. Pada dasarnya ia salah serta harus menerima hukuman yang adil,” kata adik pelaku, Tasya pada waktu dikonfirmasi dalam Jakarta, Selasa.

Tasya menyatakan individu yang terjebak yang tersebut juga kakak iparnya diduga kerap mengalami kekerasan sebelum akhirnya tewas di tangan ES. Bahkan, korban pernah meninggalkan rumah akibat mengalami kekerasan hingga tubuhnya mengalami memar.

“Memang dari dulu suka bertengkar, istrinya itu pernah sampai kabur dari rumah sebab dipukuli. Badannya memar semua, pas 2024 itu. Tapi beliau pulang lagi dikarenakan tidaklah tega meninggalkan anaknya,” katanya

Menurut Tasya, pelaku memang benar berwatak keras. Namun, keluarga bukan menyangka bahwa perselisihan pasangan suami istri itu akan datang berujung pada aksi pembunuhan.

Ia juga mengumumkan selama ini pertengkaran antara pelaku serta orang yang terluka dilatarbelakangi oleh kesulitan ekonomi.

“Memang ada permasalahan kegiatan ekonomi juga, sampai jadi banyak bertengkar,” kata dia.

Lebih lanjut, Tasya mengungkapkan tewasnya individu yang terjebak terungkap setelahnya kedua anak individu yang terjebak datang menghampirinya yang dimaksud ketika itu kebetulan hendak bepergian, tepatnya pada hari terakhir pekan (19/6) sore.

“Anaknya ini mendadak bilang ‘Mama mati, mama mati’. Dia bilang katanya mama diikat sebanding ayah di ruang tamu,” kata Tasya menirukan perkataan keponakannya.

Mendengar hal tersebut, Tasya kemudian menghadirkan manusia tetangga untuk memeriksa status korban.

“Saya kaget, secara langsung panggil teman saya untuk melihat. Ternyata benar, posisinya telah duduk seperti tidak ada bernapas, badannya terlihat lemas,” katanya.

Tasya kemudian meminta-minta bantuan Ketua RT lantaran gelisah masuk ke pada rumah pribadi diri. Setelah diperiksa, korban ditemukan telah tak bernyawa.

“Saya tanya ayahnya ke mana, katanya ada di dalam pada kamar sedang tidur. Dia memang benar ada pada kamar, tapi kami tak ada yang tersebut berani masuk,” katanya.

Melihat keadaan korban, Ketua RT kemudian menghubungi kepolisian. Tidak lama berselang, tim dari Polsek Tambora datang ke lokasi kejadian.

Saat polisi tiba, kata Tasya, pelaku meninggalkan dari rumah dengan keadaan tenang kemudian tiada melakukan perlawanan.

Diketahui, korban ditemukan di status leher yang dimaksud terlilit kain seprai yang terikat pada tralis jendela serta mulut yang sudah pernah mengeluarkan cairan.

Sebelumnya, polisi mengungkap perkara pembunuhan yang tersebut dilaksanakan suami terhadap istrinya dalam Angke, Tambora, Ibukota Barat, diduga dipicu keributan oleh sebab itu sang suami yang tersebut menggunakan narkotika.

Pria berinisial ES (30) itu membunuh istrinya di dalam kediamannya ke Jalan Padamulya VIII RT/RW 001/09 Angke, Tambora, Ibukota Barat pada hari terakhir pekan (19/6) sore lalu.