Ibukota Indonesia – Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Tanah Air Sugiono serta Menlu Chile Francisco Pérez Mackenna mendiskusikan penguatan kerja serupa bilateral ke beraneka sektor strategis, salah satunya pengolahan mineral kritis hingga pelayanan kesehatan, di pertarungan ke Jakarta, Senin.
“Kami setuju untuk menguatkan kerja identik bilateral di dalam beragam sektor strategis, meliputi mineral kritis, ilmu pengetahuan lalu teknologi (iptek), pertanian, serta kesehatan,” ujar Sugiono melalui akun media sosial resmi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia.
Dalam perjumpaan tersebut, kedua negara juga menyoroti pentingnya menggerakkan optimalisasi kolaborasi antarpelaku perniagaan (business-to-business) bagi keberhasilan implementasi Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).
Indonesia lalu Chile juga memanfaatkan pertarungan yang disebutkan untuk menegaskan kembali komitmennya pada memperkuat solidaritas negara-negara Selatan Global (Global South) di memacu terciptanya tatanan dunia yang adil, inklusif, serta berkelanjutan.
“Momentum pertarungan bilateral ini sekaligus menandai perjalanan 60 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan juga Chile,” kata Sugiono.
Menurut Kementerian Perdagangan (Kemendag), Indonesia kemudian Chile telah dilakukan menyetujui secara resmi perjanjian bilateral IC-CEPA pada 14 Desember 2017 juga memulai implementasi perjanjian yang dimaksud pada 10 Agustus 2019.
Sementara itu, kesepakatan kerja mirip dalam sektor jasa ditandatangani pada 21 November 2022. Tanah Air baru meratifikasi Protokol Perdagangan serta Jasa di dalam bawah IC-CEPA pada awal 2025.
Dalam perjanjian IC-CEPA, terdapat 6.704 komoditas Tanah Air yang tersebut mendapat tarif bea masuk 0 persen ke Chile, satu di antaranya produk-produk pertanian, perikanan, manufaktur, pertambangan juga industri.
Selain sektor-sektor tersebut, perjanjian itu juga mencakup kerja mirip ke bidang pemasaran serta fasilitasi investasi, ilmu pengetahuan, penelitian serta pengembangan, Usaha Kecil serta Menengah (UKM), pariwisata, logistik, transportasi internasional, juga informasi kemudian teknologi komunikasi.
Menurut data Kemendag, total perdagangan bilateral Indonesia-Chile pada 2025 tercatat mencapai 535,51 jt dolar Amerika Serikat atau meningkat 12,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Produk-produk Negara Indonesia juga semakin kompetitif ke lingkungan ekonomi Chile, khususnya untuk produk-produk otomotif, pupuk, kemudian alas kaki.











