Istanbul – Organisasi Energi Atom Iran pada Akhir Pekan menyatakan bahwa serangan Amerika Serikat memiliki target Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Darkhovin, yang dimaksud masih di tahap perkembangan di wilayah barat daya Iran.
“Serangan terhadap prasarana nuklir damai yang tersebut berada ke bawah pengawasan internasional merupakan pelanggaran yang mana jelas terhadap hukum internasional,” tulis organisasi yang dimaksud melalui wadah media sosial X.
Organisasi itu tiada mengungkapkan rincian lebih tinggi lanjut mengenai kemungkinan kehancuran akibat serangan tersebut.
Pernyataan yang disebutkan disampaikan dalam sedang meningkatnya ketegangan di kawasan pasca Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran.
Sebagai balasan, Teheran melancarkan serangan yang tersebut berusaha mencapai sarana kemudian pangkalan yang diklaim digunakan oleh militer Amerika Serikat dalam banyak negara dalam kawasan.
Aksi saling serang antara Washington serta Teheran terus berlangsung meskipun keduanya pada waktu malam 18 Juni sudah pernah melakukan penandatanganan sebuah memorandum yang tersebut dimediasi oleh Pakistan.
Perjanjian yang disebutkan bertujuan untuk menghentikan konflik yang tersebut disebut telah terjadi dimulai pada 28 Februari. Namun, militer Negeri Paman Sam dilaporkan kembali melancarkan beberapa serangan terhadap Iran sejak 8 Juli.
Militer Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke beberapa orang pangkalan militer Amerika Serikat di dalam beberapa negara pada Timur Tengah. Teheran juga menuduh Washington telah dilakukan melanggar perjanjian gencatan senjata.
Pada 9 Juli, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata yang disebutkan tidak ada lagi berlaku.
Sumber: Anadolu











