Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Kuwait sebut serangan Iran ke sarana listrik juga air picu kebakaran

Kuwait sebut serangan Iran ke sarana listrik juga air picu kebakaran

Kuwait City/Manama – Sebuah pembangkit listrik lalu pabrik desalinasi air dalam Kuwait diserang untuk kedua kalinya pada dua hari terakhir menyebabkan kebakaran juga mengganggu produksi listrik, kata pihak berwenang Kuwait yang tersebut menyalahkan serangan itu terhadap Iran.

Dalam pernyataan yang dimaksud diedit ke jaringan media sosial X, Minggu, Kementerian Kelistrikan, Air, kemudian Daya Terbarukan Kuwait memaparkan bahwa serangan yang disebutkan menyebabkan kebakaran pada sebagian bagian infrastruktur tersebut, sehingga otoritas terkait mengaktifkan rencana tanggap darurat.

Tim pemadam kebakaran dikerahkan ke area untuk memadamkan kobaran api, sementara grup teknis serta pelaku tanggap darurat berupaya memulihkan unit pembangkit listrik yang mana terdampak dan juga menstabilkan jaringan listrik nasional, kata kementerian tersebut.

Kementerian yang dimaksud juga mengimbau rakyat untuk mengempiskan konsumsi listrik selama periode ini guna membantu meringankan beban pada sistem ketenagalistrikan.

Sebelumnya pada hari yang sama, Staf Umum Angkatan Bersenjata Kuwait di pernyataan yang tersebut diedit pada wadah X memaparkan bahwa ledakan-ledakan yang mana terdengar di beberapa orang wilayah negara itu disebabkan oleh sistem pertahanan udara yang tersebut mencegat serangan-serangan musuh.

Serangan terbaru ini berlangsung pasca serangan mirip yang tersebut menyasar fasilitas-fasilitas listrik serta air Kuwait pada Hari Sabtu (18/7), yang digunakan menurut otoritas Kuwait direalisasikan oleh Iran.

Sementara itu, Komando Umum Angkatan Keamanan Bahrain (Bahrain Defense Force/BDF) pada Mingguan menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat beberapa orang serangan udara Iran yang memiliki target negara tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, BDF mengumumkan Iran terus melanjutkan “tindakan bermusuhan yang tersebut sistematis” melalui serangan-serangan yang dimaksud menyasar warga sipil dalam negara kerajaan itu, menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional.

Amerika Serikat (AS) melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran pada beberapa hari terakhir, dengan menyatakan bahwa operasi yang disebutkan bertujuan untuk “melemahkan kemampuan Iran di mengancam pelayaran komersial” di Selat Hormuz.

Pasukan Iran merespons dengan melancarkan serangan menggunakan rudal lalu drone yang digunakan berusaha mencapai pangkalan lalu prasarana milik Amerika Serikat pada beberapa negara dalam kawasan Timur Tengah, diantaranya Bahrain, Kuwait, serta Yordania.