Istanbul – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Akhir Pekan mengungkapkan dua kapal terlibat di insiden pasca berupaya melintasi Selat Hormuz melalui “jalur yang dimaksud tiada aman”, sementara dua kapal lainnya dicegah untuk melanjutkan pelayaran.
Dalam pernyataan yang digunakan dikutipkan kantor berita semi-resmi Fars, Angkatan Laut IRGC menyampaikan kapal-kapal yang dimaksud “berupaya mengganggu stabilitas kawasan lalu meninggalkan dari Selat Hormuz melalui jalur yang tersebut bukan aman dengan dukungan Amerika Serikat.
Pernyataan yang disebutkan tidak ada menjelaskan lebih lanjut lanjut mengenai jenis insiden yang dimaksud dialami kedua kapal tersebut.
Lebih lanjut, IRGC menegaskan Selat Hormuz berada pada bawah “kendali penuh” dia kemudian menyatakan bahwa “satu-satunya jalur pelayaran yang aman” adalah jalur pelayaran yang mana sudah pernah ditentukan juga dimumkan oleh otoritas Iran.
Perkembangan yang disebutkan terbentuk di dalam sedang meningkatnya ketegangan di kawasan setelahnya Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas oleh Teheran dengan serangan terhadap prasarana kemudian pangkalan yang tersebut diklaim digunakan oleh militer Amerika Serikat ke beberapa orang negara di kawasan.
Aksi baku tembak antara Washington juga Teheran terjadi meskipun kedua pihak sudah mengesahkan nota kesepahaman yang dimaksud dimediasi Pakistan pada Juni untuk mengakhiri pertempuran serta mencapai kesepakatan damai yang digunakan bersifat jangka panjang.
Sumber: Anadolu











