Mataram – Pemuka Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meresmikan inisiasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII 2026 yang tersebut disebutnya berubah jadi kesempatan untuk meningkatkan kesiapan sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.
“Alhamdulillah, akhirnya SK NTB sebagai tuan rumah sudah ada kita terima bersatu NTT (Nusa Tenggara Timur) serta DKI Jakarta,” kata Iqbal pada membuka Porprov NTB XII 2026 pada Lapangan Kantor Pemuka NTB, Mataram, Kamis petang.
“Karena itu, Porprov ini menjadi bagian dari serangkaian besar mempersiapkan atlet yang tersebut berlaga, di antaranya menyiapkan penyelenggara, kemudian perangkat pertandingan hingga kesiapan area berubah jadi tuan rumah PON yang mana sukses,” ujar ia menambahkan.
NTB memang benar telah lama dipercaya menjadi salah satu tuan rumah PON XXII 2028 bersatu NTT kemudian Ibukota Indonesia sebagaimana diberitahukan Menteri Pemuda dan juga Olahraga Erick Thohir didampingi jajaran petinggi Komite Olahraga Nasional Nusantara (KONI) Pusat pada awal Juli 2026.
Oleh akibat itu, Kepala daerah NTB menegaskan setidaknya ada dua target yang digunakan ingin dicapai provinsi berjulukan Bumi Gora itu pada PON 2028, yakni pertama menegaskan peningkatan prestasi dibandingkan edisi sebelumnya dengan mengandalkan atlet-atlet lokal.
Menurut Iqbal hal itu sejalan dengan semangat PON yang tidak semata-mata tentang menang serta kalah, tetapi upaya untuk melakukan konfirmasi pembinaan juga kaderisasi atlet berjalan dengan baik.
Kedua, NTB harus memenuhi amanat Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi pelaksana PON terbaik dari segi tata kelola pemerintahan kemudian organisasi yang dimaksud baik, bersih, dan juga bebas dari prospek hambatan pada kemudian hari.
Porprov NTB XII 2026, kata Gubernur, berubah menjadi kompetisi penting untuk menegaskan kesiapan penyelenggara, perangkat pertandingan, lalu pemerintah tempat sebagai tuan rumah yang dimaksud sukses untuk PON XXII 2028.
“Saya menyampaikan apresiasi terhadap KONI NTB serta KONI kabupaten/kota di mempersiapkan atlet, di antaranya dengan semua pihak yang tersebut membantu penyelenggaraan Porprov,” katanya.
Ketua KONI NTB Mori Hanafi menjelaskan Porprov NTB XII 2026 disertai 4.860 atlet juga lebih tinggi dari 1.000 ofisial di 51 cabang olahraga yang dipertandingkan didampingi 519 wasit, hakim, juga juri.
Ia mengumumkan banyak cabang olahraga baru dipertandingkan di Porprov NTB 2026 untuk menyesuaikan dengan PON 2028 seperti olahraga dirgantara atau aerosport.
“Atlet terbaik hasil Porprov ini akan kami siapkan di pemusatan latihan jangka panjang selama dua tahun. Fokus kami jelas meningkatkan prestasi juga mencapai target peringkat 5 besar pada PON 2028 nanti,” kata Mori.
Porprov NTB 2026 diselenggarakan pada satu kota juga lima kabupaten, yakni Pusat Kota Mataram juga Daerah Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, lalu Sumbawa Barat.
Mori mengutarakan di dalam sedang keterbatasan fiskal tempat pelaksanaan Porprov diperkirakan menelan anggaran Rp14 miliar, yang dimaksud Rp8,8 miliar dalam antaranya bersumber dari APBD, sedangkan sisanya dari dukungan sponsor perusahaan swasta maupun BUMN lalu BUMD.
“Untuk pengaplikasian anggaran ini akan kami menyingkap secara transparan dan juga tak ada yang tersebut akan ditutup-tutupi, semuanya terbuka,” katanya.
Porprov NTB 2026 juga diproyeksikan memberi dampak sektor ekonomi signifikan bagi wilayah dengan target perputaran uang lebih lanjut dari Rp100 miliar, meningkat 100 persen dibandingkan Rp50 miliar pada edisi 2023.
“Sektor sektor perhotelan berubah jadi salah satu motor penggerak utama, dengan estimasi penyelenggaraan tambahan dari 4.200 kamar dalam bermacam wilayah penyelenggaraan. Belum lagi dari partisipasi UMKM,” kata Mori.
“Antusiasme masyarakat yang digunakan tinggi, teristimewa pada cabang olahraga favorit seperti sepak bola, bola basket, bola voli indoor, kemudian beladiri, diprediksi akan menantang lebih besar dari 150.000 penonton sepanjang gelaran,” ujar beliau menambahkan.















