Amman – Defense udara Yordania mencegat tiga rudal yang diperkenalkan dari Iran menuju wilayah Yordania pada Minggu, sementara rudal keempat jatuh pada wilayah terpencil dalam selatan Yordania tanpa menyebabkan korban jiwa atau kehancuran material, demikian dilaporkan oleh stasiun penyiaran negara, Jordan Radio and Television Corporation, dalam media media sosial X.
Angkatan Bersenjata Yordania-Tentara Arab (Jordan Armed Forces-Arab Army) berjanji akan terus memantau wilayah udara Yordania “dengan tingkat kesiagaan tertinggi” dan juga “secara tegas menangani setiap ancaman” yang memiliki target negara tersebut, demikian disampaikan lembaga penyiaran itu di sejumlah unggahan baru.
Dalam sebuah unggahan sebelumnya, lembaga penyiaran itu menyebutkan bahwa sirene telah dilakukan diaktifkan di dalam berubah-ubah wilayah ke Yordania.
Sementara itu, beberapa laporan media, yang mengutip militer Israel, menyebutkan pada Hari Minggu bahwa rudal-rudal yang dimaksud diperkenalkan dari Iran menuju kota pesisir Aqaba, kota paling selatan ke Yordania, telah lama teridentifikasi juga berhasil dicegat oleh pasukan negeri Israel juga Yordania.
Sebelumnya pada hari yang mana sama, Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) pada Amman mengeluarkan peringatan keras keamanan yang menyatakan bahwa bandar udara serta pelabuhan Aqaba telah dilakukan dievakuasi oleh sebab itu ada “ancaman spesifik dan juga kredibel.” Kedutaan juga mendesak warga Amerika Serikat untuk mengelak perjalanan ke lokasi-lokasi yang dimaksud hingga pemberitahuan lebih tinggi lanjut.
Kedutaan itu juga memperbarui peringatannya agar warga Amerika mencegah pangkalan-pangkalan militer ke Yordania.
Namun, otoritas Yordania kemudian membantah klaim kedutaan besar Negeri Paman Sam tersebut, dengan mengungkapkan bahwa kedua infrastruktur itu beroperasi normal.
Perkembangan terbaru ini berjalan di dalam berada dalam meningkatnya ketegangan dalam Timur Tengah ketika Amerika Serikat serta Iran saling melancarkan serangan. Amerika Serikat sudah melancarkan delapan gelombang serangan terhadap target-target dalam Iran, sementara Iran membalas dengan menyerang pangkalan dan juga infrastruktur Negeri Paman Sam di dalam beberapa negara Teluk.
Pada Minggu, otoritas Kuwait memaparkan bahwa sebuah infrastruktur pembangkit listrik serta desalinasi air ke negara yang dimaksud telah terjadi diserang oleh Iran untuk kedua kalinya di dua hari. Serangan Iran itu mengakibatkan kebakaran kemudian mengganggu produksi listrik.
Otoritas Bahrain juga menyatakan bahwa sistem pertahanan udaranya mencegat beberapa orang serangan udara Iran yang dimaksud memiliki target negara tersebut.











