Hamilton, Kanada – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Hari Jumat mengutarakan bahwa Iran sangat ingin melakukan kesepakatan dengan Amerika, tetapi pembicaraan ditunda selama rute pemakaman Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang digunakan resmi dimulai di Iran.
Pernyataan itu disampaikan Trump pada waktu hadir di perayaan ulang tahun ke-250 kemerdekaan Negeri Paman Sam ke Mount Rushmore di South Dakota, yang dimaksud dikenal sebagai America 250, sambil memuji rekor militer yang digunakan dimiliki negara adidaya tersebut.
“Kami telah lama mendirikan militer yang mana paling tangguh serta dominan dalam bumi, dan juga pergi dari sebagai pemenang di dua pertempuran dunia,” ujarnya, seraya mengeklaim bahwa Perang Dingin telah terjadi membenamkan para rival Amerika ke di catatan masa lalu.
Mengomentari ketegangan yang digunakan berjalan baru-baru ini, Trump menyatakan: “Kami menaklukkan Venezuela semata-mata pada waktu satu hari dan juga melumpuhkan Iran hingga mereka itu memohon perdamaian. Mereka benar-benar mendambakan perdamaian. Kami bahkan berbaik hati memberikan dia waktu sepekan untuk berkabung.”
Ia juga memuji ulang tahun penting yang dimaksud lalu berpendapat bahwa “pada usia 250 tahun, Amerika adalah republik tertua di Bumi. Kita adalah bangsa yang mana paling bebas pada Bumi. Kita miliki konstitusi yang paling adil serta abadi ke Bumi.”
“Tidak ada manusia pun yang digunakan pernah memberi lebih besar banyak untuk amal, mengakhiri lebih lanjut sejumlah kelaparan, menyembuhkan lebih besar banyak penyakit, atau melakukan lebih lanjut banyak untuk mengangkat kemanusiaan daripada pendatang Amerika,” ucapnya.
Trump juga mengingatkan tentang apa yang digunakan digambarkannya sebagai ancaman ideologis yang digunakan kembali muncul di dalam pada negeri.
“Sekarang ada kebangkitan kembali ancaman komunis dalam negeri kita, satu di antaranya dari pendatang baru di dalam negara ini yang dimaksud menganut ide-ide yang mana sepenuhnya bertentangan dengan cara hidup kita dan juga kesuksesan besar kita,” katanya.
Dia menambahkan bahwa komunisme adalah ancaman mematikan bagi kebebasan Amerika, menyebutnya sebagai ancaman terbesar bagi negara salah satunya Perang Planet Pertama, Perang Global Kedua, Pearl Harbor, kemudian bahkan 9/11.
“Amerika tak akan pernah berubah menjadi negara komunis,” kata Trump.
Ia kemudian menyinggung kebijakan pemerintah domestik. “Kita cuma akan kalah pada pemilihan paruh waktu apabila kita membiarkan diri kita kalah,” ujarnya.
Menurut dia, penghapusan aturan filibuster dan juga pengesahan “Undang-Undang Selamatkan Amerika” akan menyebabkan Partai Republik tidak ada akan kalah pada pemilihan selama 100 tahun.
Sumber: Anadolu














