Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Kurs rupiah diprediksi berpindah menguat pada perdagangan Hari Senin

Kurs rupiah diprediksi berpindah menguat pada perdagangan Hari Hari Senin

DKI Jakarta – Analis Bank Woori Saudara Rully Nova memperkirakan kurs rupiah terhadap dolar Negeri Paman Sam akan bergerak menguat pada perdagangan Senin, seiring pernyataan dovish dari Pengelola Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh.

“Rupiah pada perdagangan hari ini miliki ruang penguatan pada kisaran ke Rp17.920-Rp17.970 dipengaruhi oleh faktor global melemahnya index dollar seiring dengan pernyataan Kepala daerah The Fed yang tersebut dovish menggiring ekspektasi lingkungan ekonomi menghadapi pembatalan kenaikan suku bunga tahun ini lalu nilai tukar minyak yang tersebut terus turun,” ucapnya untuk ANTARA dalam Jakarta, Senin.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Negeri Paman Sam pada membuka perdagangan Awal Minggu pagi, sempat melemah 29 poin atau 0,16 persen berubah menjadi Rp17.992 per dolar Negeri Paman Sam dibandingkan penutupan sebelumnya di dalam level Rp17.963 per dolar AS.

Mengutip Anadolu, lingkungan ekonomi sebelumnya memperkirakan prospek kenaikan suku bunga pada Oktober mencapai 82 persen. Namun, setelahnya rilis data nonfarm payroll Amerika Serikat (AS) untuk Juni tercatat lebih banyak rendah dari perkiraan pasar, probabilitas kenaikan suku bunga pada September turun dari 67 persen berubah jadi 63 persen, didukung optimisme terhadap perkembangan geopolitik.

Menurut Rully, Pengurus The Fed lebih tinggi berhati-hati (dovish) mengenai keadaan naiknya harga Negeri Paman Sam ke depan akibat dampak dari kenaikan nilai minyak dalam semester pertama kemudian pengaruhnya terhadap pemuaian ke semester kedua.

Kendati begitu, status data tenaga kerja lebih besar mengkhawatirkan The Fed yang mana dampaknya akan tambahan di terhadap perekonomian AS.

“Dari domestik, masih berubah menjadi unsur pemberat bagi penguatan rupiah terkait data-data perekonomian antara lain ruang fiskal, defisit neraca perdagangan, kemudian cadangan devisa,” ungkap dia.