Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

OJK: Lembaga Keuangan pada Bali tingkatkan penyaluran kredit terhadap UMKM

OJK: Lembaga Keuangan pada Bali tingkatkan penyaluran kredit terhadap UMKM

Denpasar, Bali -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencermati perbankan dalam Bali meningkatkan penyaluran kredit terhadap debitur bisnis mikro kecil kemudian menengah (UMKM) guna menyokong kinerja serta perekonomian daerah.

“Sebesar 51,26 persen penyaluran kredit hingga April 2026 pada Bali disalurkan untuk debitur UMKM,” kata Kepala OJK Bali Parjiman pada Denpasar, Bali, Senin.

Ia menjelaskan kucuran kredit bank umum dan juga bank perekonomian rakyat (BPR) pada Bali selama periode Januari-April 2026 mencapai Rp147,64 triliun atau naik 9,14 persen dibandingkan periode sejenis 2025 sebesar Rp135,28 triliun.

Lebih dari setengah realisasi kredit itu diserap UMKM, dengan peningkatan mencapai 5,23 persen dibandingkan periode sebanding 2025.

Penyaluran kredit UMKM yang dimaksud didominasi oleh segmen usaha mikro dengan porsi sebesar 41,84 persen juga segmen perniagaan kecil sebesar 37,99 persen.

Regulator itu juga menjelaskan dari segi jenis penggunaannya, kredit yang dimaksud meningkat itu didorong kredit untuk penanaman modal yang digunakan bertambah Rp6,11 triliun.

Parjiman mengkaji peningkatan kucuran kredit segmentasi penanaman modal menunjukkan partisipasi perbankan di membantu pembiayaan ekspansi perniagaan demi menggalakkan perkembangan sektor ekonomi jangka panjang dalam Provinsi Bali.

Di sisi lain, dilihat dari pertumbuhan nominal kredit, sektor penyediaan akomodasi serta penyediaan makan minum mencatatkan penambahan nominal terbesar yaitu Rp2,10 triliun.

“Pertumbuhan yang dimaksud signifikan yang disebutkan mencerminkan sektor pariwisata Bali yang dimaksud terus menguat lalu mengupayakan peningkatan keinginan pembiayaan,” katanya.

Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) terus berkembang positif sebesar 6,64 persen mencapai Rp207,54 triliun, dibandingkan periode sebanding 2025 mencapai Rp194,63 triliun.

Kualitas kredit perbankan pada Bali kekal terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sebesar 2,60 persen lebih besar rendah dibandingkan tempat yang digunakan sejenis tahun sebelumnya 3,21 persen.

Meski begitu, rasio kredit terhadap simpanan (LDR) masih stagnan atau tidaklah melakukan aksi signifikan yaitu mencapai 58,30 persen, sedangkan pada April 2025 sebesar 58,43 persen.

Capaian LDR pada April 2026 yang dimaksud masih dalam bawah bilangan ideal sesuai ketentuan yakni pada rentang 78 persen hingga 92 persen.