Ibukota -Chief of Mission (CdM) kontingen IndonesiTodotua Pasaribu menyokong upaya penguatan regu nasional hoki lapangan melalui langkah-langkah naturalisasi atlet dan juga penambahan instruktur guna meningkatkan daya saing skuad Merah Putih mendekati Asian Games 2026.
Dukungan yang dimaksud disampaikan CdM pada waktu melakukan visitasi ke grup nasional hoki lapangan kemudian berdiskusi dengan jajaran Pengurus Pusat Federasi Hoki Indonesia (PP FHI).
“Ada beberapa atlet naturalisasi yang dimaksud kita pikirkan, serta juga ada beberapa coach yang digunakan nanti coba kita akomodir untuk menguatkan regu hoki,” ujar CdM di dalam lapangan hoki Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa.
CdM mengungkapkan tim hoki putra juga putri Indonesi akan diperkuat sekitar 48 personel yang terdiri berhadapan dengan atlet, pelatih, dan juga ofisial. Seluruh komponen yang dimaksud akan dipersiapkan secara maksimal agar mampu menjalani rangkaian pertandingan dengan optimal.
Sekretaris Jenderal PP FHI Yasser Arafat Suaidy mengungkapkan tahapan naturalisasi empat atlet hoki dari Eropa pada waktu ini masih berjalan secara administratif untuk menguatkan grup nasional hoki Indonesi putra maupun putri menghadapi Asian Games 2026.
Menurut Yasser, peluncuran pemain naturalisasi diharapkan dapat meningkatkan kualitas Timnas Hoki Indonesia, khususnya pada menghadapi negara-negara kuat Asia yang selama ini mendominasi cabang hoki lapangan.
“Alhamdulillah hari ini kita bersyukur dikunjungi Pak CdM serta beliau support. Ada satu pembimbing yang di-support untuk mampu berangkat oleh sebab itu sangat mengupayakan tim, juga juga ada pemain yang digunakan pada langkah-langkah naturalisasi di-support kelompok beliau,” ujar Yasser.
Ada empat atlet sedang di langkah-langkah naturalisasi, terdiri melawan dua pemain putra juga putri dari Belanda juga dua pemain putra kemudian putri dari Jerman. Identitas para pemain belum diungkapkan, namun di antara para atlet ada yang digunakan bermain dalam liga top Belanda.
Tim nasional hoki Indonesia pada waktu ini bersiap melakukan training camp di Taipei, dengan jadwal keberangkatan pada Mingguan (26/7).
“Jadi persiapan kita sudah ada mulai setelahnya selesai SEA Games pada Thailand, Bangkok, kita lanjut pelatnas jangka panjang untuk menghadapi sesi kualifikasi di bulan Maret kemudian bulan April,” ujar Yasser.
“Kita TC di luar negeri, di Hongkong, ke China, kemudian juga dalam Malaysia, terakhir kita TC ke Darwin, Australia.”














