Ibukota Indonesia – Kepolisian menangkap empat pelaku penganiayaan serta penyekapan pegawai baru salah satu lapangan padel dalam kawasan Kebayoran Lama, DKI Jakarta Selatan (Jaksel).
“Pelaku ini ada empat orang, inisialnya ASB, RRK, AH, juga DW. Terhadap empat pelaku ini telah diwujudkan penahanan,” kata Kasi Humas Polres Metro Ibukota Selatan AKP Joko Adi untuk wartawan pada Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan penangkapan itu berawal dari laporan polisi yang tersebut dibuat oleh manusia perempuan inisial M.
Perempuan itu mengemukakan anaknya yang berinisial AL sudah ada dua hari belum pulang ke rumah. Setelah dua hari, anaknya baru mau berinteraksi dan juga mengajukan permohonan agar dijemput.
M menyebutkan anaknya merupakan pegawai yang tersebut baru bekerja dua bulan, kemudian diduga melakukan pencurian raket padel pada Hari Minggu (21/6). Namun, anaknya yang dimaksud justru dianiaya lalu disekap oleh beberapa pegawai lainnya.
“Orang tua sebagai pelapor merasa khawatir. Sehingga, oleh sebab itu kegelisahan itu, pada Rabu, 24 Juni, datang ke Polres DKI Jakarta Selatan kemudian menghasilkan laporan polisi,” tutur Joko.
Polisi yang digunakan menerima laporan yang dimaksud kemudian melakukan rangkaian penyelidikan hingga berhasil mengamankan empat khalayak sebagai tersangka.
“Kemudian, dijalankan kumpulan penyelidikan hingga naik sidik kemudian kemudian menetapkan pemukim yang dimaksud diduga sebagai pelaku,” ujar Joko.
Sebelumnya, ramai di dalam media sosial Instagram @info.bintaro.jaksel sebuah video yang digunakan memperlihatkan seseorang pria didampingi beberapa warga lainnya di dalam depan lapangan padel di dalam kawasan Kebayoran Lama, Ibukota Indonesia Selatan.
Peristiwa yang dimaksud bermula ketika keluarga orang yang terdampar didatangi oleh oknum yang dimaksud mengutarakan apabila orang yang terluka AL yang mana baru bekerja kurang lebih besar dua bulan itu diduga mencuri raket padel.
Kemudian, oknum karyawan padel yang dimaksud memohonkan terhadap pendatang tua AL agar mengatasi uang ganti senilai Rp50 juta.
Keluarga menawar untuk membayar uang yang dimaksud dengan dicicil, namun oknum yang disebutkan kekal memohonkan uang pengganti secara penuh.
Oknum yang disebutkan sesudah itu merampas dua kendaraan beroda dua motor milik adik AL beserta telepon genggam bermerk Xiaomi.
Bersamaan dengan kejadian itu, AL dibawa ke kantor padel yang disebutkan kemudian diduga kuat mengalami penyekapan dan juga penganiayaan berat.














