Macanbolanews

Platform Berita Viral & Eksklusif Terpercaya

Polisi dalami pengeroyokan pengamen hingga tewas di Rusun Jatinegara

Polisi dalami pengeroyokan pengamen hingga tewas dalam Rusun Jatinegara

Ibukota Indonesia – Polsek Jatinegara mendalami terkait dugaan pengeroyokan yang menewaskan manusia pengamen ke kawasan rumah susun (Rusun) Jatinegara Barat, Ibukota Indonesia Timur.

“Kami masih lakukan penyelidikan lantaran informasi awalnya memang benar mereka ini mengamen, kemudian melakukan penodongan terhadap warga sehingga warga marah juga akhirnya terjadilah pemukulan secara bersama-sama,” kata Kapolsek Jatinegara Kompol Samsono pada Mapolsek Jatinegara, DKI Jakarta Timur, Jumat.

Dia mengungkapkan penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap secara utuh kronologi kejadian serta menentukan pasal yang tersebut akan diterapkan untuk para pelaku.

Dua pendatang yang dimaksud diamankan itu per individu berinisial HPS serta AS. Ketika dievakuasi petugas, keduanya masih pada keadaan hidup serta segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

“Pada ketika dua warga ini kita amankan masih hidup, kemudian kita bawa ke rumah sakit, salah satu lalu bukan lama kemudian memang sebenarnya meninggal bumi (HPS),” ujar Samsono.

Dia menyebutkan pihaknya menerima informasi mengenai keberadaan dua khalayak yang diamankan itu pada salah satu rusun di dalam kawasan Jatinegara pada Rabu (8/7) sekitar pukul 23.30 WIB.

“Kita menerima informasi adanya pelaku yang digunakan diamankan di salah satu rusun di dalam Jatinegara, yang mana menurut informasi awal, ada kesalahpahaman dan juga mengalami sedikit mungkin saja ribut dengan warga. Kami amankan dari rusun yang dimaksud ada ke Jatinegara tersebut,” jelas Samsono.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan sebelum pengeroyokan itu terjadi, terdapat dugaan aksi penodongan terhadap warga yang kemudian memulai kemarahan massa. Bahkan, korban disebut menghadirkan senjata tajam.

“Mereka bukan mabuk. Sebelumnya, awalnya, ada temannya datang duluan ke sana, kemudian temannya minta bantuan, datanglah si yang dimaksud meninggal (HPS) ini. Dan yang tersebut meninggal ini menyebabkan senjata tajam, masalahnya. Mungkin masyarakat itu jadi marah, kan gitu, sehingga terjadilah pemukulan tersebut,” terang Samsono.

Dia pun meyakinkan penyidik masih terus mengoleksi alat bukti lalu memeriksa beberapa orang saksi untuk mengungkap siapa sekadar yang digunakan terlibat di pengeroyokan tersebut.

“Kami masih melakukan pendalaman lalu penyelidikan lebih banyak lanjut. Mudah-mudahan persoalan hukum ini segera terungkap,” ucap Samsono.